Oleh: Amsori
PANGKALPINANG -Penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika sosial dan perkembangan zaman. Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan berdaya.
Hal itu disampaikan Anggota DPD RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Bahar Buasan, S.T., M.S.M., M.Sc., saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Grand Manunggal Hotel Pangkalpinang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung).
Dalam kegiatan itu, Bahar Buasan mengingatkan bahwa Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar konsep kenegaraan, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Bahar, perempuan memiliki posisi penting sebagai salah satu fondasi pembentukan karakter generasi. Melalui keluarga dan lingkungan sosial, perempuan dapat menanamkan nilai gotong royong, toleransi, persatuan, serta sikap menghargai keberagaman.
“Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter keluarga dan generasi penerus. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan harus terus ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga,” ujar Bahar.
Ia berharap peserta FPPI dapat menjadi penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Terlebih, Bangka Belitung memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial yang menjadi kekuatan daerah.
Bahar juga menegaskan, semangat kebersamaan dan persatuan harus terus dirawat agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi energi untuk membangun daerah.
“Ketika nilai-nilai kebangsaan tumbuh kuat di keluarga dan masyarakat, maka fondasi bangsa juga akan semakin kokoh,” katanya.
Sementara itu, Sri Wahyuni, pengurus FPPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyambut positif pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman penting bagi perempuan untuk semakin memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Wahyuni.
Melalui sosialisasi tersebut, Bahar berharap pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.






