(foto istimewa dokumentasi kegiatan)
Oleh: Amsori
Bangka Tengah – Semangat menjaga bumi menggema di pesisir Pantai Desa Baskara Bakti, Kabupaten Bangka Tengah, dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia. Berbagai elemen masyarakat, pemerhati lingkungan, akademisi, dunia usaha, hingga pemerintah desa bergotong royong melakukan penanaman pohon mangrove sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Djohan Riduan Hasan, penerima Anugerah Kalpataru Tahun 2010, bersama Anggota DPD RI Bahar Buasan, Penggiat Lingkungan Bangka Belitung Abriandika Pratama, serta Budayawan, Penulis, Praktisi, dan Penggiat Lingkungan Ahmadi Sopian. Momentum tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak dengan satu tujuan yang sama, yakni menjaga warisan alam Bangka Belitung untuk generasi mendatang.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Komunitas Peduli Hijau, HIMASERDA Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Kelekak Bangka, Pramuka SMA Negeri 4 Pangkalpinang, SMP Taruna Koba, perwakilan PT PBM, PT BAM, PT BAP, PT BBS, CV BSP, TVRI Bangka Belitung, serta Pemerintah Desa Baskara Bakti.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sejak awal kegiatan. Para peserta turun langsung ke kawasan pesisir, menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai yang menjadi salah satu benteng alami terhadap abrasi, intrusi air laut, sekaligus habitat penting bagi berbagai biota pesisir. Lumpur dan air pasang tidak menjadi penghalang, justru menjadi simbol bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar wacana.
Inisiator kegiatan, Djohan Riduan Hasan, menegaskan bahwa mangrove bukan hanya sekadar pohon yang tumbuh di tepian pantai, melainkan penyangga kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, menjaga mangrove berarti menjaga masa depan lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan hidup generasi berikutnya.
Senada dengan itu, Anggota DPD RI Bahar Buasan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor swasta. Menurutnya, penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu di masa depan.
Kehadiran Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung, Emirizon, turut mempertegas pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat. Melalui pemberitaan yang konstruktif, gerakan pelestarian lingkungan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pihak sehingga semangat menjaga ekosistem pesisir terus tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia ini, seluruh peserta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan akan semakin kuat ketika dibangun melalui kolaborasi. Bibit-bibit mangrove yang ditanam di pesisir Desa Baskara Bakti bukan sekadar penghijauan, tetapi menjadi simbol harapan, kepedulian, dan komitmen bersama untuk menjaga pesisir Bangka Belitung tetap lestari.






