BABELSATUDETIK|PANGKALPINANG — Operasi senyap berubah jadi pukulan telak tim Intelijen Lanal Bangka Belitung bersama Satgassus Pusintelal menggagalkan pengangkutan pasir timah ilegal di kawasan DAS Sungai Baturusa II, Selindung Baru, Kecamatan Gabek, Sabtu (2/5/2026) dini hari
Barang bukti berbicara keras—sekitar 1 ton timah kering dalam 21 kampil dan 1 unit mobil Suzuki Carry Pick Up disita. Nilai tak main-main: ± Rp299 juta.
Operasi berlangsung dari pukul 00.10 hingga 05.30 WIB. Hasilnya jelas: ada aktivitas ilegal yang terstruktur. Satu hal yang makin menguatkan—pelaku kabur saat penindakan.
Aparat kini memburu, sementara barang bukti diamankan di Mako Lanal Babel.
Tidak ada ruang berkelit 21 kampil berisi pasir timah kering, siap edar.
1 unit pick up, sarana angkut.
Lokasi di jalur strategis DAS—indikasi kuat distribusi terselubung.
Ini bukan dugaan ringan ini indikasi tindak pidana pertambangan ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.
Perbuatan ini berpotensi dijerat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba (perubahan atas UU No. 4/2009).
Pasal yang mengintai:
Pasal 158: Penambangan tanpa izin
➤ Ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar
Pasal 161: Pengangkutan/penjualan hasil tambang tanpa izin
➤ Ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar
Bukan hanya pelaku lapangan.
Jika terbukti ada jaringan—penampung, pemodal, hingga distribusi—semua bisa terseret aktivitas seperti ini bukan sekadar pelanggaran hukum,
ini perampokan sumber daya negara.
DAS Sungai Baturusa bukan zona bebas eksploitasi kerusakan ekosistem, sedimentasi, hingga ancaman banjir adalah konsekuensi nyata dari praktik ilegal ini.
Aparat menegaskan, pengejaran masih berlangsung namun publik menunggu lebih dari sekadar penangkapan pelaku lapangan—siapa pemain besar di belakangnya?
Jika berhenti di kurir, maka ini hanya setengah kerja.
Jika dibongkar sampai akar, barulah hukum benar-benar berdiri.
Barang bukti sudah bicara.
Hukum sudah jelas.
Tinggal keberanian menuntaskan—atau membiarkan praktik ini terus berulang***Teammacanputih/IMC Group





